Bisnis asuransi kesehatan modern mulai muncul di Indonesia antara tahun 1980–1990-an. Alasannya adalah karena jumlah masyarakat menengah yang bertambah, biaya rumah sakit meningkat dan banyak perusahaan memberikan benefit kepada karyawannya.
Asuransi adalah jenis produk yang “tak terlihat” (intangible). Asuransi bekerja secara diam-diam di balik layar, siap memberikan ganti rugi ketika risiko finansial seperti kecelakaan, sakit, atau kematian terjadi.
Mengapa Perusahaan Asuransi Begitu Menguntungkan?
Sumber gambar: unsplash.
Perusahaan asuransi mendapatkan profit dari 3 variabel yaitu pendapatan premi, pendapatan hasil investasi, dan pendapatan lainnya. Namun, kebanyakan pendapatan asuransi didapatkan dari pendapatan premi dan hasil investasi.
Contoh investasi yang dikelola beragam, seperti deposito, reksa dana, obligasi pemerintah, saham, dan lain-lain.
Asuransi tetap mendapatkan keuntungan karena membuat perhitungan dan mengkalkulasi resiko dan memberikan uang pertanggunan ratusan juta untuk premi nasabah yang ratusan ribu.
Cara Menghitung Profit
Dibawah ini adalah skema sederhana bagaimana bisnis asuransi membuat cara menghitung profit asuransi.
Katakanlah ada 100 orang yang membayar premi asuransi sebesar Rp 300,000 /bulan selama 1 tahun penuh maka asuransi akan mendapatkan pendapatan Rp 360,000,000/tahun.
Kemudian mereka menginvestasikan sebanyak Rp 200,000,000 ke obligasi atau deposito dengan keuntungan 5% per tahun maka memperoleh profit sebesar Rp 10,000,000
Total pendapatan sudah Rp 370,000,000
Dengan asumsi klaim nasabah misalnya 20 orang dengan pengeluaran Rp 250,000,000 ditambah biaya operasional Rp 80,000,000 maka asuransi mendapatkan profit bersih sebesar Rp 40,000,000
Skema sederhana diatas jelas tidak akan sesederhana itu karena metode yang diterapkan oleh setiap perusahaan asuransi berbeda-beda.
Semakin besar jumlah premi yang dibayarkan nasabah dan semakin sedikit perusahaan asuransi menebus claim, maka semakin besar profit yang dihasilkan perusahaan asuransi.
Apakah Asuransi Perlu Branding?
Industri asuransi di Indonesia masih mengalami krisis kepercayaan konsumen. Karena itu perusahaan asuransi sangat memerlukan branding. Branding adalah salah satu jalan keluar untuk mengatasi permasalahan.
Asuransi adalah produk jangka Panjang dengan durasi 5 sampai 20 tahun. Karena itu dengan brand yang tepat maka konsumen akan betah dan tidak pindah ke pesaing.
Calon nasabah Ketika mau membeli asuransi, mereka akan langsung melihat aktifitas digital yang terjadi yang mudah ditemukan terutama di media sosial. Mereka juga akan bisa membaca cek review, testimoni, rating layanan, membandingkan website dan lain-lain.
Membeli asuransi adalah membeli kepercayaan dan kepercayaan membutuhkan banyak sekali usaha untuk membangunnya. Yang dibangun adalah rasa aman, kredibilitas, dan kepastian.
Beberapa perusahaan asuransi yang terkenal di dunia adalah Allianz, Berkshire Hathaway, dan AXA. Mereka dikenal baik melalui strategi pemasaran yang efektif.
Dengan mengetahui cara kerja bisnis asuransi kesehatan, kita dapat memilah dan memanfaatkan sesuai kebutuhan pribadi atau Perusahaan atau bisnis yang sedang kita jalankan sehingga mengurangi factor resiko yang mungkin terjadi di masa mendatang.