Gagal Rebranding Bisa Fatal! Yuk Ketahui Pencegahannya

Sekitar 80% rebranding dilakukan karena merger atau akuisisi perusahaan demi mendorong pertumbuhan bisnis, reposisi pasar atau perubahan lanskap industri dan perilaku konsumen. Bahkan ada yang melakukannya setiap 5-10 tahun terutama di industri yang bergerak cepat. Yuk simak cara mencegah kegagalan rebranding.

Restoran cepat saji Hoka Hoka Bento mengganti namanya menjadi HokBen karena masyarakat terbiasa menyingkat namanya karena lebih mudah diucapkan dan cepat diingat. Kini mereka tampil lebih modern, tetap relevan dan kuat di benak konsumen di tengah persaingan kuliner cepat saji.

Kenapa Banyak Rebranding yang Gagal?

panduan menghindari kegagalan rebranding

Sumber gambar: Unsplash

Kapan kamu tahu kalau rebranding itu sebenarnya bukan hanya mengganti logo atau nama usaha saja, tapi lebih dari itu? rebranding adalah salah satu bagian dari brand strategy. Kalau kamu salah sedikit aja step-nya, kamu malah bisa kehilangan pelanggan yang setia. Banyak orang gagal melakukan rebranding karena melakukan hal-hal berikut ini.

1. Salah target pasar atau tidak paham audiens yang baru

Rebranding sering dilakukan sekaligus untuk menjangkau target pasar yang baru. Hal ini boleh aja, kalau kamu tau siapa audiens barumu dari kebutuhannya, kebiasaan belanjanya, bahkan gaya komunikasinya. Kalau kamu tidak memahami ketiganya, kamu akan dianggap orang asing yang tidak diterima pasar.

2. Tidak punya tujuan yang jelas

Rebranding kamu akan gagal kalau kamu cuma “fomo” ikut-ikutan tren agar terlihat lebih modern tanpa tahu tujuan yang ingin dicapai. Kalau kamu nggak punya goals yang jelas, hasil rebranding-mu justru bisa membingungkan pelanggan maupun tim internal.

3. Kurang komunikasi dengan pelanggan lama

Pelanggan setia adalah aset berharga. Kalau kamu tiba-tiba berubah tanpa melibatkan atau memberi tahu mereka, mereka bisa merasa ditinggalkan. Bahkan bisa saja mereka menganggap brand kamu sudah tidak sesuai lagi dengan mereka dan pindah ke kompetitor.

4. Ubah total brand tanpa edukasi

5. Terburu-buru ganti logo tanpa strategi

Salah satu faktor penting rebranding adalah perencanaan yang matang mulai dari pesan komunikasi, desain visual, dan timeline launching. Kalau kamu buru-buru ganti logo tanpa persiapan matang, maka identitas yang baru yang kamu buat tidak akan tersampaikan dengan baik. Perlu diingat bahwa mengganti logo saja bukanlah rebranding.

Tanda-Tanda Usahamu Perlu Rebranding dan Kapan Sebaiknya Mulai

1. Pemasaran dan penjualan yang stagnan atau menurun

Sudah mencoba merubah brand strategy namun belum mendukung kegiatan pemasaran dan penjualan yang tetap menurun bahkan tanpa perkembangan yang signifikan. Ini bisa jadi tanda bahwa brand kamu mulai kehilangan daya tarik di mata pasar. Di momen seperti ini, penting untuk mengevaluasi strategi yang ada dan mempertimbangkan lagi apakah rebranding sudah dilakukan dengan tepat.

2. Pelanggan mulai pindah ke kompetitor

Perhatikan pelanggan kamu, apakah sudah beralih ke brand lain? Kalau iya, itu menunjukkan sinyal bahwa mereka tidak merasa cocok lagi dengan brand kamu. Kamu bisa melakukan rebranding untuk mendukung goal dari perusahaan dan memperluas market share.

3. Brand sudah nggak relevan

Jangan sampai brand kamu masih menggunakan gaya komunikasi atau visual yang lama karena kamu bisa kehilagan momentum. Di situasi ini rebranding perlu dilakukan agar bisnis kamu mengikuti perilaku konsumen dan menciptakan kategori produk yang berbeda.

5. Visi misi usaha berubah

Terkadang orang-orang mengubah visi misinya saat dipertengahan perjalanan bisnis karena ada ide baru yang muncul. Wajar-wajar saja bila kamu ingin mengembangkan bisnis menjadi lebih besar. Kalau kamu melakukan perombakan visi misi di tengah perjalanan, maka ini waktu yang tepat untuk melakukan rebranding.

6. Mau scale-up atau ekspansi

Identitas brand yang kuat harus dimiliki ketika kamu mau memperluas distribusi ke e-commerce dan ekspansi ke tempat lain. Mencari jasa branding consultant yang professional dan ahli di bidangnya  diperlukan agar siap mendukung pertumbuhan bisnis.

chart cara mencegah kegagalan rebranding

Studi dari CB Insights mencatat penyebab utama kegagalan bisnis adalah kurangnya permintaan pasar (42%), kegagalan pemasaran (14%), dan tidak melakukan pivot saat dibutuhkan (7%) dimana kesalahan dalam branding sering menjadi pemicunya.

5 Langkah Ampuh agar Rebranding Bisnismu Tidak Gagal

1. Riset Mendalam Sebelum Eksekusi: Kenali tren pasar, kompetitor, dan kebutuhan konsumen baru

Pastikan kamu memahami trend pasar, kompetitor, dan kebutuhan konsumen sebelum mengganti nama, logo, dan visi misi dari bisnis. Keputusan yang kamu buat harus berdasarkan riset yang mendalam agar sesuai dengan tujuan bisnis.

2. Libatkan Pelanggan Setia: Jangan lupakan loyal customer dalam proses perubahan

Ketika kamu melakukan rebranding, jangan lupakan pelanggan untuk ikut serta dalam survei, tanya jawab, atau polling. Masukan dari mereka akan menjadi insight yang penting untuk mengembangkan produk atau jasa.

3. Buat Strategi Bertahap, Bukan Langsung Drastis: Uji coba dulu, minta feedback

Perlu diingat bahwa rebranding bukanlah perlombaan, melainkan perubahan yang bertahap, mulai dari penentuan visi misi, strategi marketing seperti soft launching, strategi selling, kegiatan operasional dan bidang lainnya. dan penyesuaian lainnya. Kamu juga bisa menguji versi baru ke segmen kecil dulu dan minta feedback sebelum launching.

4. Jangan Hanya Fokus di Visual: Perubahan harus sampai ke pelayanan, produk, komunikasi

Mengganti logo dan warna itu hanya permukaan. Hal yang terpenting dalam rebranding adalah menyentuh hal dasar seperti pengalaman pelanggan, pelayanan, hingga cara kamu berkomunikasi dengan audiens.

5. Punya Story Behind the Change: Jelaskan alasan rebranding supaya audiens ikut merasa terlibat

Orang itu suka diceritain, karena itu membutuhkan edukasi kenapa kamu melakukan rebranding. Storytelling membantu audiens lebih mudah memahami dan menerima perubahanmu.

6. Perkuat Tim dan Internal Branding: Pastikan tim juga paham arah baru bisnis

Pastikan tim kamu support dan mengetahui arah bisnis kamu. Orang-orang di balik layar adalah sosok yang penting dalam bisnismu. Jangan sampai mereka bingung arah brand kamu. Perbanyak edukasi dan pelatihan internal sebelum melakukan launching.

7. Bangun Komunikasi Online yang Kuat: Optimalkan media sosial, whatsApp, dan website untuk kampanye

Rebranding harus dibarengi komunikasi yang aktif dan strategis di media sosial, whatsApp bisnis, website, dan marketplace. Sampaikan pesan perubahan dengan jelas dan konsisten agar audiens tidak bingung atau salah paham.

Banyak yang perlu diperhatikan sebelum kamu melakukan pengembangan bisnis, termasuk cara mencegah kegagalan di tengah jalan. Oleh karena itu, perhatikan tipsnya dan mulai terapkan agar rebranding berjalan sukses dan tepat sasaran.